Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2020

CERPEN 5: JURUS TERKAMAN HARIMAU LAPAR

JURUS TERKAMAN HARIMAU LAPAR Hari ini hujan cukup deras, pak zakir memutuskan memindah tempat latihan di aula. Ramzi diminta pak zakir mengambil matras. Ramzi bergegas ke gudang. "tumben kamu yang disuruh pak zakir" ucap ikhsan ketus. "aku ingin lolos seleksi, zi!" tandasnya "seleksi untuk apa?" tanya ramzi belum paham. "tiap tahun kan ada POSN Pekan Olahraga Siswa Nasional. Cukup berat untuk bisa lolos sebagai peserta. Karena seleksinya bertingkat dari tingkat kecamatan. Kalau bisa juara, minimal ditingkat kabupaten, kita bisa mendapatkan tambahan nilai untuk mendaftar SMA. asyik kan?" jelas ikhsan. Mata ramzi terbelalak. Di benaknya ia membayangkan masuk SMA favoritnya dengan mudah. Akan tetapi, buru buru ditepisnya bayangan itu. Ramzi teringat ia belum lama belajar silat. Sedangkan ikhsan sudah ikut sejak kelas 7 SMP. Berkali kali sahabatnya itu membujuknya agar ikut ekskul olahraga ini. Namun, baru awal kelas 9 ia menuruti ikhsan. Baru b...

CERPEN 4: SEMANGAT RATIH

SEMAN GAT RATIH Ratih berlari ke kamarnya. Ratih duduk di meja belajar. Ratih meraih spidol besar, siap menulis. Ratih menarik bibirnya lebar, senyuman indah tampak di wajahnya. Matanya berbinar "sebentar lagi aku takkan kesepian" bisiknya dalam hati. Berani tidur sendiri, merapikan kamar sendiri, jika perlu memasak sendiri, belajar tak selalu ditemani. Ratih menempelkan kertas dengan ukuran besar itu di dinding kamarnya. Di bagian atas kertas itu tertera judul 'SEMANGAT RATIH'. "biar ingat terus" bisik hati ratih. "bunda... nanti malam ratih tidur sendiri, ya! ratih mau tidur dikamar ratih sendiri." Ratih berteriak dari ruang tamu, lalu keluar rumah. Bunda yang sedang mencuci sayur bayam, menoleh, tersenyum, dan hanya mengangguk. Sudah lama kamar ratih tidak digunakkan di malam hari. Setiap malam ratih tidur dikamar bunda. Kamar ratih hanya digunakan untuk belajar, bermain dan menyimpan perlengkapan ratih. "ratih... ratih..." bunda ...

CERPEN 3: KARTU TIRUAN

KARTU TIRUAN "Selamat berlibur" kata alesha sambil mengulurkan sehelai kartu padaku. Kuterima kartu itu tanpa mengucapkan terimakasih. Begitu ia meninggalkanku, aku mendengus. Lagi lagi meniru, batinku. Dengan sekali lihat saja, aku sudah bisa menebak. Kartu yang baru saja diberikan alesha ini pasti tiruan! seisi kelas tau, alesha suka sekali meniru. Karya devy, teman sebangkuku, yang paling sering ditiru alesha. Kartu ini pasti juga tiruan dari kartu yang pernah diberikan devy pada alesha. Saat alesha ulang tahun bulan lalu, devy membuat sendiri kartu ucapan untuk alesha. Aku dan beberapa temam yang lain juga pernah mendapat kartu ucapan semacam itu dari devy. Kartu itu sebenarnya sederhana saja. Bahannya kertas tebal berwarna yang dipotong kira kira satu halaman buku tulis dan dilipat dua. Devy lalu menuliskan ucapan dengan huruf bertinta warna warni yang dibuat bergaya. Kartu itu lalu dibheri gambar, dan ditempeli potongan potongan kertas aneka warna. Lucu, keren. Aku...

CERPEN 2: DUTA HEMAT AIR

DUTA HEMAT AIR  Alin cemberut. "Mama pelit." gerutunya dalam hati. Mama baru saja mendapati air meluap di kamar mandi. Alin lupa menutup kran air sehabis mandi. Akibatnya, bak penuh dan air meluber terbuang sia-sia. "Lain kali, pakai air secukupnya. Jangan lupa matikan kran," kata mama. "Bayarnya kan ga mahal ma," bantah alin. "Alin, ini bukan masalah murah atau mahal. kalau kamu tinggal ditempat yang sulit amendapatkan air, kamu akan mengerti." jelas mama. Mama adalah orang yang paling heboh soal berhemat. Hemat air, hemat listrik, hemat semuanya. selalu mematikan yang tidak terpakai. Padahal Alin lihat, dirumah rosi tetangga alin, semuanya bebas memakai listrik dan air. Ah mama engga asyik. "jangan pakai gayung. kalau mandi pakai shower saja. tutup kran selama menggosok gigi. siram tanaman secukupnya. Papa, jangan terlalu lama mencuci mobil. Alin, tampung air bekas mencuci beras. Gunakan untuk membasahi piring kotor. sabuni, lalu bila...