CERPEN 2: DUTA HEMAT AIR
DUTA HEMAT AIR
Alin cemberut. "Mama pelit." gerutunya dalam hati. Mama baru saja mendapati air meluap di kamar mandi. Alin lupa menutup kran air sehabis mandi. Akibatnya, bak penuh dan air meluber terbuang sia-sia. "Lain kali, pakai air secukupnya. Jangan lupa matikan kran," kata mama. "Bayarnya kan ga mahal ma," bantah alin. "Alin, ini bukan masalah murah atau mahal. kalau kamu tinggal ditempat yang sulit amendapatkan air, kamu akan mengerti." jelas mama. Mama adalah orang yang paling heboh soal berhemat. Hemat air, hemat listrik, hemat semuanya. selalu mematikan yang tidak terpakai. Padahal Alin lihat, dirumah rosi tetangga alin, semuanya bebas memakai listrik dan air. Ah mama engga asyik. "jangan pakai gayung. kalau mandi pakai shower saja. tutup kran selama menggosok gigi. siram tanaman secukupnya. Papa, jangan terlalu lama mencuci mobil. Alin, tampung air bekas mencuci beras. Gunakan untuk membasahi piring kotor. sabuni, lalu bilas dengan air bersih." Alin ingat semua peraturan mama. Menurut Alin, keadaan dirumahnya seperti di sekolah militer saja.
Liburan kali ini, alin berlibur dirumah sepupunya, mimi. Mimi tinggal dikampung. Ia anak yang rajin. Pagi hari sudah menimba air di sumur. Alin melihat warna air yang kecoklatan saat mimi menggerek katrol mengangkat ember. Seketika alin bergidik ngeri. "ih, airnya kotor!" keluh alin. Bisa gatal kalau pakai air mirip comberan begitu. Mimi hanya tersenyum. Ia menuangkan air cokelat itu kesebuah ember berisi pasir. dan tak lama, keluar air bening dari pipa yang ditaruh di bawah ember. Air itu ditampung, dan sudah tidak berbau lagi. "ember ini berisi pasir, ijuk, kerikil, yang disusun berlapis agar bisa menyaring kotoran. Cium deh, airnya tidak berbau lagi kan?" kata mimi. Alin mencium air di tangan mimi. benar, airnya tidak berbau. "Wah... Kalau sama air bening ini, aku mau mandi," kata alin sambil tertawa. Ia segera menutup pintu kamar mandi yang terbuat dari seng. "jangan lupa, pakai air secukupnya ya!" seru mimi dari luar sumur. "kamu mirip mama" jawab alin dari dalam. Selesai mandi, mimi memperlihatkan sebuah ulasan yang ia baca di internet. Tentang penyulingan air seni menjadi air yang layak minum. "kamu tau? diluar negeri, bill gates punya pabrik yang bisa mengolah air seni menjadi air minum," kata mimi. "idih..." Alin langsung menunjukan wajah jijik. "lo? kenapa? malah bagus idenya. Lihat deh, di indonesia, ada berapa banyak sungai yang tercemar? air sungai itu belum banyak yang diolah menjadi air bersih dan layak minum. Padahal kita punya banyak air, tak perlu menampung air seni manusia." kata mimi.. Alin mengangguk angguk. "benar juga ya". "mungkin karena di indonesia, air adalah barang murah dan gampang didapat. Jadi kita kurang peduli terhadap pengolahan air" sambung alin. "iya, aku juga sempet baca. Disalah satu kota diarab saudi, air adalah barang mahal. Dan mereka membeli air untuk air minum. Mandinya sekali tiga hari, saking mahalnya air" kata alin. "nah bersyukur banget kan kita tinggal di indonesia?" ujar mimi alin mengangguk.
Sore hari, alin sudah sampai dirumah. "Mama..." Alin langsung mencari mama. "Eh alin, sudah pulang. Gimana liburannya?" tanya mama. "seru, ma. Di kampung, mimi mengajarkan untuk berhemat air. Mau mandi saja, harus menampung air dulu. Disini kita tinggal putar kran" kata alin. "Maaf ya ma. Dulu alin sempat berpikir mama pelit." Mama menghampiri alin. "rekening air kita tidak mahal. Mama hanya ingin membiasakan seisi rumah ini menghemat air. Kebiasaan baik itu bisa ditularkan buat anak cucu kita nanti, agar bumi tidak menderita" kata mama. "bumi menderita?" alin bingung. "alin, dulu nenek moyang kita boisa gampang mendapatkan air bersih dari mata air atau air sungai. Sekarang coba lihat, masih ada enggak, air sungai yang layak minum? sedikit sekali kan? pabrik sudah banyak dibangun, dan mereka punya limbah. Limbah itulah yang dialirkan ke sungai, sampai ke muara laut, dan menyebabkan ikan ikan mati." alin masih terus menyimak. "kalau ikan dan binatang banyak yang mati, alam tidak seimbang. Jadilah musim yang tidak seperti biasanya. Cuaca gampang berubah. Hujan turun sangat bnayak, dan banjir dimana mana. Atau kemarau berkepanjangan, sumur jadi kering. " alin mengangguk angguk. " berarti tugas alin...?" mama tersenyum. "ajaklah teman temanmu lebih ramah lingkungan. sayangi bumi. Ceritakan juga tentang air dirumah mimi." "siap, ma" alin langsung keluar rumah. Ia melihat rosi sedang menyiram tanaman dengan selang air. "rosi... jangan pakai selang. boros air dan tanamannya bisa tenggelam," seru alin. Rosi bingung, tetapi mematikan krannya. "kamu kenapa?" tanya rosi sambil mendekati alin. ia besiap meraba kening alin. alin lansung berkelit. "mulai sekarang aku adalah duta hemat air!" jawab alin sambil tertawa. rosi masih bingung. alin lalu mengajarkan semua ilmu barunya. "wah kalau begitu, aku juga mau jadi duta hemat air!" seru rosi. "yes...!" alin menjerit senang.
Komentar
Posting Komentar