CERPEN 5: JURUS TERKAMAN HARIMAU LAPAR

JURUS TERKAMAN HARIMAU LAPAR

Hari ini hujan cukup deras, pak zakir memutuskan memindah tempat latihan di aula. Ramzi diminta pak zakir mengambil matras. Ramzi bergegas ke gudang. "tumben kamu yang disuruh pak zakir" ucap ikhsan ketus. "aku ingin lolos seleksi, zi!" tandasnya "seleksi untuk apa?" tanya ramzi belum paham. "tiap tahun kan ada POSN Pekan Olahraga Siswa Nasional. Cukup berat untuk bisa lolos sebagai peserta. Karena seleksinya bertingkat dari tingkat kecamatan. Kalau bisa juara, minimal ditingkat kabupaten, kita bisa mendapatkan tambahan nilai untuk mendaftar SMA. asyik kan?" jelas ikhsan. Mata ramzi terbelalak. Di benaknya ia membayangkan masuk SMA favoritnya dengan mudah. Akan tetapi, buru buru ditepisnya bayangan itu. Ramzi teringat ia belum lama belajar silat. Sedangkan ikhsan sudah ikut sejak kelas 7 SMP. Berkali kali sahabatnya itu membujuknya agar ikut ekskul olahraga ini. Namun, baru awal kelas 9 ia menuruti ikhsan. Baru belajar 1 semester, pak zakir menilai ramzi berbakat. Ramzi pun ditunjuk masuk tim sekolah. Betapa senangnya ramzi dan ikhsan karena sama sama berada di tim sekolah. "tetapi tiap sekolah hanya mengirimkan 1 siswa" kata ikhsan membuyarkan lamunan ramzi. "
semoga kamu yang terpilih, san" kata ramzi. Ikhsan tersenyum, "terimakasih atas dukunganmu,zi!" 

"anak anak, kali ini kita ulangi latihan tendangan ikan terbang menjulang tinggi angkasa, ya!" kata pak zakir, lalu memandang ke barisan. "ramzi, sini beri contoh kepada teman temanmu!" ramzi terperanjat dipanggil pak zakir. Ia segera maju. Posisi kuda kudany atampak kukuh. "ciaaattt...!" teriak ramzi saat melakukan tendangan. Setelah itu, ganti kaki kiri yang menendang lurus kedepan. "bagus sekali, ramzi!, anak anak perhatikan, ayunkan kaki kuat kuat lurus kedepan bersiap, ya! nanti tiap baris maju, lalu melakukan tendangan. Ramzi boleh kembali ke tempat semula. Terimakasih, ya!" kat apak zakir. Ketegangan memudar dari wajah ramzi, ia tampak lega dan berdiri kembali disebelah ikhsan. "gerakanku tadi sudah bener kan, san?" tanya ramzi. Ikhsan hanya mengangkat bahunya dan tidak menjawab pertanyaan ramzi, wajahnya cemberut. "kamu kenapa sih, san?" ramzi heran atas perubahan sikap ikhsan. "pasti kamu yang akan maju lomba zi, daritadi pak zakir milih kamu terus" tegur ikhsan sambil berlalu meninggalkan ramzi. "ramzi, ayo! bantu bapak memasang matras!" kat apak zakir. Ramzi melirik kearah ikhsan. Ia berharap ikhsan tidak mendengar permintaan pak zakir. Ternyata ikhsan membuang muka. Ramzi sangat tidak nyaman. 

"bulan depan akan ada penyisihan pekan olahraga siswa nasional untuk cabang pencak silat. Hari ini akan ada seleksi. Silahkan anggota tim inti bersiap. Peragakan jurus dasar yang sudah kalian kuasai. Yang lain duduk mengitari matras dan pelajari peragaan temannya" kata pak zakir. "ngapain pakai seleksi segala, sudah jelas siapa yang ditunjuk" gerutu ikhsan. Ia bersunggut sunggut sambil memandang ramzi. Pak zakir memulai seleksi. Satu persatu mereka diminta tampil. Ramzi lega bisa melakukan dengan baik. Kini tiba giliran terakhir ikhsan dengan wajah masih cemberut, penampilan ikhsan sangat bagus. Ia melakukan jurus terkaman harimau lapar. Ia melakukan kuda kuda dengan berat badan di belakang. Kedua kakinya ditekuk dan terbuka. Kaki kanannya berada di depan, kedua tangannya diposisikan seperti hendak menerkam. lalu, dengan kaki kanan sebagai tumpuan, kaki kirinya menendang keatas sambil memutar. Kemudian kaki kanannya menyusul tendangan memutar. "ciaaattt...! ciaaattt...!" semua bertepuk tangan, tendangannya dilakukan dengan sempurna. Ramzi yakin ikhsan akan terpilih mewakili sekolah. "hebat... san!" teriak teman teman. Tak lama kemudian, pak zakir memberi pengumuman. "berdasarkan tampilan jurus dasar tadi, yang akan mewakili sekolah adalah ramzi." ramzi sangat terkejut "kok aku?" ucapnya sambil menoleh kearah ikhsan. "itu untuk kategori jurus tunggal tahun ini, sekolah akan mengikuti satu kategori lagi, yaitu tanding. Dan yang terpilih adalah... ikhsan!" lanjut pak zakir. Ramzi dan teman teman bertepuk tangan. Ikhsan langsung mendekati ramzi. "maafkan atas sikapku ya,zi!" ucap ikhsan sambil mengulurkan tangannya. "aku mau loh, jadi teman latihan tandingmu" seloroh ramzi lega. "benar nih, kamu tidak takut terkena terkamanku?" tanya ikhsan. Ramzi dan ikhsan pun tertawa bersama.

Komentar